Makna Lagu dari Post Malone, Swae Lee – Sunflower
Makna Lagu dari Post Malone, Swae Lee – Sunflower. Di akhir 2025, “Sunflower” milik Post Malone featuring Swae Lee kembali menjadi pembicaraan hangat setelah video live performance Post Malone di konser Guwahati, India, viral karena insiden jatuh saat menyanyikannya. Lagu yang dirilis 2018 sebagai bagian soundtrack Spider-Man: Into the Spider-Verse ini telah mencatat rekor luar biasa: double diamond di AS (20 juta unit), most streamed song di US dengan hampir 4 miliar streams, dan lyric video tembus 2,7 miliar views di YouTube. Beat dreamy dengan gitar riff upbeat membuatnya timeless, sementara liriknya ungkap hubungan toksik tapi resilient. Artikel ini mengupas makna di balik metafor sunflower, dinamika cinta yang rumit, serta kenapa makna lagu ini tetap jadi favorit jutaan orang tujuh tahun kemudian.
Latar Belakang Lagu Sunflower dan Kolaborasi Ikonik
“Sunflower” lahir dari kolaborasi kedua Post Malone dan Swae Lee setelah “Spoil My Night” di album Beerbongs & Bentleys. Dirilis Oktober 2018 khusus untuk soundtrack Spider-Man: Into the Spider-Verse, lagu ini langsung meledak berkat penempatan di film—Miles Morales bahkan menyanyikannya untuk menenangkan diri. Post Malone tease lagu ini di acara Jimmy Fallon, sementara Swae Lee sebut ini favoritnya karena terasa terapeutik.
Produksi melibatkan Louis Bell dan Carter Lang, ciptakan vibe pop-trap ringan dengan elemen melodic yang kuat. Lyric video pakai footage animasi film, sementara official video tunjukkan sesi rekaman santai keduanya. Prestasinya gila: nomor satu Billboard Hot 100, nominasi dua Grammy, dan jadi lagu soundtrack Spider-Man tertinggi sepanjang masa. Di 2025, rekor double diamond dan posisi most streamed di US buat ia tak tergoyahkan, sering diputar di playlist nostalgia dan live show Post Malone.
Analisis Lirik: Metafor Sunflower dalam Cinta Toksik
Inti “Sunflower” ada di chorus: “You’re a sunflower / I think your love would be too much / You’ll be left in the dust, unless I stuck by ya”. Sunflower simbol wanita yang resilient—selalu menghadap matahari, tumbuh kuat meski di tanah keras, tapi juga bisa menguras nutrisi tanah sekitar. Di sini, sang pria akui kekasihnya setia dan cantik, tapi cintanya terasa overwhelming, mungkin karena demanding atau toksik.
Verse Swae Lee gambarkan hubungan chaotic: “She was a bad-bad, nevertheless / Callin’ it quits now, baby, I’m a wreck”. Ia wreck karena pertengkaran, tapi tetap keep her in check. Post Malone lanjut di verse dua: “Every time I’m leavin’ on ya / You don’t make it easy, no / I know I always come and go / But it’s out of my control”. Ini cerita pria dengan gaya hidup tur yang tak stabil, takut komitmen, tapi tahu kekasihnya takut sendirian di unknown.
Lirik imply push-pull dynamic: pria sering pergi, wanita bertahan meski diabaikan. Metafor “left in the dust” tunjukkan risiko ditinggal, tapi ada harapan jika “stuck by ya”. Secara keseluruhan, lagu rayakan ketangguhan cinta wanita sekaligus akui kesalahan pria—relatable buat banyak pasangan modern.
Relevansi Kontemporer dan Dampak Abadi
Di 2025, “Sunflower” relevan banget di era hubungan fleeting via dating app—banyak yang relate dengan tema commitment issue dan resilience. Insiden Post Malone jatuh saat perform di India baru-baru ini bikin lagu ini viral lagi, tunjukkan energi live-nya masih kuat. Rekor streaming dan sertifikasi buat ia jadi benchmark sukses soundtrack film animasi.
Dampak budayanya luas: inspirasi cover, remix, dan challenge dansa, plus jadi anthem feel-good meski liriknya dalam. Di tengah tren musik lebih gelap, vibe upbeat-nya tawarkan escapism, sementara pesan tentang risiko cinta tapi worth it tetap menyentuh. Lagu ini bukti kolaborasi Post-Swae emas, dan terus tarik generasi baru lewat film Spider-Verse.
Kesimpulan
“Sunflower” lebih dari hit soundtrack—ia masterpiece yang padukan melodi dreamy dengan lirik jujur tentang cinta rumit tapi indah. Metafor sunflower gambarkan wanita tangguh di tengah hubungan tak sempurna, sementara pria akui kekurangannya. Di akhir 2025, dengan rekor tak tertandingi dan viralitas baru, lagu ini ingatkan bahwa cinta kadang overwhelming, tapi jika stuck by each other, bisa bloom seperti bunga matahari. Tak heran ia jadi salah satu lagu paling berpengaruh dekade ini, ajak kita semua untuk appreciate the bright side meski ada dust.