Makna Lagu One Day at a Time – Sam Smith
Makna Lagu One Day at a Time – Sam Smith. Lagu One Day at a Time dari Sam Smith, yang termasuk dalam album The Thrill of It All pada 2017, merupakan salah satu track paling tenang dan introspektif dalam diskografinya. Dengan aransemen akustik sederhana yang menonjolkan vokal lembut, lagu ini menceritakan proses penyembuhan setelah heartbreak berat. Makna utamanya berfokus pada kesabaran dalam healing, belajar hidup satu hari demi satu hari tanpa terburu-buru move on, serta penerimaan bahwa waktu adalah obat terbaik. Saat ini, lagu ini masih sering dikaitkan dengan momen sulit banyak orang karena pesannya yang bijak dan penuh harapan tentang pemulihan emosional. BERITA BOLA
Proses Penyembuhan yang Lambat: Makna Lagu One Day at a Time – Sam Smith
Makna One Day at a Time terletak pada pengakuan bahwa penyembuhan tak bisa dipaksakan. Lirik seperti “Let’s take it slowly, one day at a time” menjadi mantra utama narator yang baru saja putus dan tak ingin langsung melompat ke hubungan baru. Narator sadar bahwa “my heart’s been broken too many times” sehingga butuh waktu untuk memperbaiki diri sendiri sebelum bisa mencinta lagi. Ini bukan tentang menyerah, melainkan strategi bijak: fokus pada hari ini saja, tanpa memikirkan masa depan yang terlalu jauh. Frasa “We’ll grow old together, but for now we’re young” menunjukkan optimisme—meski saat ini rapuh, ada harapan untuk masa depan yang lebih baik, tapi tak perlu terburu-buru mencapainya sekarang.
Penerimaan Diri dan Kesabaran: Makna Lagu One Day at a Time – Sam Smith
Lagu ini menyoroti pentingnya self-compassion selama proses healing. Narator bilang “I don’t wanna rush this, I wanna feel it all” sebagai pengakuan bahwa rasa sakit harus dirasakan sepenuhnya agar bisa benar-benar sembuh. Ini kontras dengan tekanan masyarakat untuk cepat move on atau langsung bahagia lagi. “One day at a time, we’ll find our way” menjadi janji kepada diri sendiri bahwa jalan keluar ada, tapi tak akan datang dalam semalam. Makna ini mencerminkan kedewasaan emosional: menerima bahwa heartbreak adalah bagian dari hidup, dan kesabaran adalah kunci untuk bangkit lebih kuat. Narator bahkan mengajak pendengar untuk “take it easy on yourself”—pesan lembut bahwa self-love dimulai dari memberi ruang untuk bersedih tanpa judgement.
Harapan di Tengah Kegelapan
Meski nada lagu melankolis, ada cahaya harapan yang konsisten. Lirik “The sun will shine again, I know it will” menjadi pengingat bahwa masa sulit bersifat sementara. Narator tak menyangkal rasa sakit—”I’ve been crying too long”—tapi memilih melihatnya sebagai fase, bukan akhir. Ini seperti doa pribadi: “One day at a time, we’ll be alright”. Makna ini membuat lagu terasa seperti pelukan hangat bagi yang sedang berduka cinta—mengakui betapa beratnya hari-hari awal setelah putus, tapi menjanjikan bahwa perlahan, segalanya akan membaik. Aransemen minimalis dengan gitar akustik dan vokal yang intim memperkuat nuansa refleksi, seolah narator sedang berbicara langsung kepada pendengar yang sama-sama sedang healing.
Kesimpulan
Makna lagu One Day at a Time dari Sam Smith adalah tentang kesabaran dan self-compassion dalam proses penyembuhan setelah heartbreak, dengan fokus hidup satu hari demi satu tanpa terburu-buru. Liriknya mengajarkan penerimaan rasa sakit sebagai bagian alami healing, sekaligus menawarkan harapan bahwa waktu akan membawa perbaikan. Pesan ini membuat lagu tetap relevan sebagai pengingat bahwa move on tak perlu cepat—yang penting adalah memberi diri ruang untuk bernapas dan tumbuh. Pada akhirnya, One Day at a Time bukan hanya lagu sedih, tapi panduan lembut bahwa di tengah kegelapan emosional, cukup jalani hari ini dengan baik, karena besok akan datang dengan sendirinya.